Tuesday, April 9, 2013

Mutu dan Cara Uji Biskuit

0 comments

1   Ruang lingkup

Standar ini meliputi syarat mutu dan cara uji roti jenis biskuit.

2   Definisi

Biskuit adalah sejenis makanan yang terbuat dari tepung teringu dengan penambahan bahan makanan lain, dengan proses pemanasan dan pencetakan.

3     Syarat mutu

3.1.     Air.................. ……...     :   maximum 5%
3.2.     Protein......................     :   minimum 9%
3.3.     Lemak......................      :   minimum 9,5%
3.4.     Karbohidrat .............     :   minimum 70%
3.5.     Abu...........................      :   maximum 1,6%
3.6.     Logam berbahaya ..... :   negatip  
3.7.     Serat kasar...............     :   maximum 0,5%
3.8.     Kalori ..... kal/100 gr... :   minimum 400
3.9.     Jenis tepung .............   :   terigu
3.10.   Bau dan rasa ............   :   normal, tidak tengik
3.11.   Warna .......................    :   normal

4     Cara pengambilan contoh

Menurut persetujuan antara pembeli dan penjual, dan dianjurkan contoh itu mewakili sebuah tanding/party.
Tiap contoh berjumlah 250 gr.

5     Cara uji
Pekerjaan pendahuluan
Biskuit dihaluskan dengan baik sampai serba sama dan segera diuji.

5.1      Uji keadaan

Dikerjakan secara Organoleptis.

5.2      Kadar air
Ditimbang dengan teliti 1-2 g contoh ke dalam botol timbang yang telah diketahui bobotnya, dikeringkan dalam pengering listrik pada 105oC, didinginkan dalam eksikator dan ditimbang sampai bobot tetap.

                  hilang bobot
Kadar air=                        x 100%
                    g contoh
5.3      Kadar protein
Ditimbang dengan teliti 1-2 g contoh, dimasukkan ke dalam labu Kyldahl lalu ditambahkan 10 g campuran selen (4 g selen 3 g CaSPO4 dan 190 g Na2SO4 ) dan 30 ml H2SO4 pekat teknis.
Kemudian dipanaskan mula-mula atas nyala kecil (dalam ruang asam) sambil digoyang-goyangkan. Sesudah 5-10 menit api dibesarkan dan terus dipanaskan hingga warna cairan menjadi hijau jernih.
Sesudah didinginkan, diencerkan dengan 250 – 300 ml air dan dipindahkan kedalam labu didih dari 500 ml yang di dalamnya telah ditambahkan beberapa butir batu didih.
Ditambahkan 120 ml NaOH 30% dan segera disambung dengan alat pe­nyuling dan disulingkan hingga 2/3 dari cairan tersuling. Sulingan yang terjadi diterima dalam H2SO4 0,25 N berlebihan. Akhirnya kelebihan H2SO4 dititar kembali dengan NaOH 0,5 N (indikator mengsel).
Blanko harus dikerjakan juga seperti di atas.

                            (Blanko – ml NaOH) x N x 0,014 x 6,25
Kadar protein =                                                                            x 100%
                                                g contoh


5.4      Kadar lemak
Ditimbang dengan teliti 1-2 g contoh, dimasukkan ke dalam piala, lalu ditambah 30 ml HCl 25% dan 20 ml air dan beberapa butir batu didih. Lalu ditutup dengan kaca arloji dan didinginkan sampai mengarang (15 menit). Kemudian panas-panas disaring dan zat padatan yang terkandung di­dalamnya dimasukkan ke dalam kertas saring pembungkus (Huls) diseduh dengan eter minyak tanah selama 2-3 jam dengan mempergunakan alat solet.
Sesudah itu eter disulingkan dan seduhan (lemak) dikeringkan lebih da­hulu dengan alat peniup, kemudian dengan alat pengering listrik selama 0,5 - 1 jam pada suhu 102 - 105°C, ditimbang hingga bobot tetap. Berat seduhan (extract) adalah jumlah lemak.

                         berat seduhan
Kadar lemak =                          x 100%
                          berat contoh

Catatan:
Dapat juga dipergunakan normal heksan dengan faktor 0,019.


5.5      Kadar serat kasar
Ditimbang dengan teliti 2 - 5 g contoh yang telah bebas dari lemak, dimasukkan ke dalam Erlenmeyer 750 ml. Kemudian ditambahkan 100 ml H2SO4 1,25%.
Dididihkan selama 30 menit, mempergunakan pendingin tegak.
Kemudian ditambahkan lagi 200 ml NaOH 3,25%, dididihkan 14 selama 30 menit. Dalam keadaan panas disaring ke dalam corong Buchner berisi kertas saring yang telah diketahui bobotnya (lebih dahulu dikeringkan pada 105°C selama 1/2 jam).
Dicuci berturut-turut dengan air panas, H2SO4 1,25% air panas dan alkohol 96%. Kertas saring dengan isinya diangkat dan dimasukkan ke dalam cawan pijar yang telah diketahui bobotnya, lalu dikeringkan pada 105°C selama 1 jam hingga bobot tetap.
Setelah itu cawan seisinya diabukan dan dipijarkan, akhimya ditimbang sampai bobot tetap.

                                     A – B – C
Kadar serat kasar =                           x 100%
                                 Bobot contoh

Dimana :   A : bobot cawan + kertas saring + isi
                   B : bobot abu + cawan
                   C : bobot kertas saring.


5.6      Kadar Karbohidrat
Dengan cara pengurangan yaitu :
Kadar Karbohidrat = 100% - % (air + protein + lemak + serat kasar + abu).


5.7      Logam-logam bahaya (Hg, Pb, Cu)

Ditimbang 5 - 10 gr contoh, ditambahkan beberapa tetes asam sulfat pekat, lalu diabukan. Kemudian abu ditambahkan asam chlorida pekat dan diuapkan di atas penangas air, lalu dikeringkan pada 102 - 105°C selama 1/2 jam.
Bila ada silikat dipisahkan, sisanya ditambahkan asam chlorida encer dan disaring.
Logam-logam berbahaya ternyata tidak ada/diabaikan bila larutan contoh dari abu memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
2 g contoh diabukan, kemudian ditetesi asam chlorida (HCI) 5 tetes dan diencerkan dengan 10 ml air. Kemudian 5 ml larutan abu itu bila ditambahi 2 tetes larutan natrium sulfida 1 N tetap jernih.
5 ml larutan abu itu bila ditambahkan 0,1 g natrium bikarbonat dan 1 tetes kalium ferrosianida tetap jernih.


5.8      Kadar abu
Ditimbang dengan teliti 2 – 3 g contoh, masukkan dalam cawan pijar platina yang telah diketahui bobotnya.
Panaskan pertama-tama dengan nyala kecil, kemudian dengan nyala besar hingga abunya menjadi putih. Kemudian didinginkan hingga bobot tetap.

                      penambahan bobot
Kadar abu =                                    x 100%
                            g contoh






5.9      Nilai kalori
Nilai kalori per 100 g contoh = (9 x % lemak + 4 x % protein + 4 x % kar­bohidrat) kal.
Catatan:
Kalau abu sukar menjadi putih, teteskan air beberapa tetes kemudian pijarkan kembali.

5.10   Uji Jenis Tepung
Sisa seduhan lemak diuji secara mikrokopis.

Read More
Powered by Blogger.
Quas molestias excepturi Impedit quo minus id Voluptates repudiandae kon

Followers